Kamis, 29 Januari 2015

Kisah Bidadari surga

Kisah bidadari surga Ainul Mardhiah yang paling cantik di surga

Ainul Mardhiah adalah seorang bidadari yang paling cantik di surga yang Allah ciptakan untuk sesiapa yang mati syahid berjuang di jalan Allah. Secara bahasa Ainul Mardhiah berarti mata yang diridhai. Atau setiap pandangan yang melihatnya pasti akan menemukan keridhaan di hati. Kisah Ainul Mardhiah diceriterakan dalam Hadits Nabi riwayat Tirmidzi : Ketika pagi hari di bulan Ramadhan, Nabi sedang memberikan targhib (semangat untuk berjihad) kepada pasukan Islam. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya orang yang mati syahid karena berjihad di jalan Alloh, maka Alloh akan menganugerahkannya Ainul Mardhiah, bidadari paling cantik di surga”. Salah satu sahabat yang masih muda yang mendengar cerita itu menjadi penasaran. Namun, karena malu kepada Nabi dan sahabat-sahabat lain, sahabat ini tidak jadi mencari tahu lebih dalam mengenai Ainul Mardhiah. Waktu Zuhur sebentar lagi, sesuai sunah Rasul, para sahabat dipersilakan untuk tidur sejenak sebelum pergi berperang. Bersama kafilah perangnya pun sahabat yang satu ini tidur terlelap dan sampai bermimpi. Di dalam mimpinya dia berada di tempat yang sangat indah yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Dia pun bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia pun bertanya kepada wanita tersebut, “Di manakah ini?”. “Inilah surga.”, jawab wanita itu. Kemudian sahabat ini bertanya lagi, “Apakah Anda Ainul Mardhiah?”. “Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Kalau Anda ingin bertemu dengan Ainul Mardhiah, dia sedang berada di bawah pohon yang rindang itu.” 

   
Didapatinya oleh sahabat itu seorang wanita yang kecantikannya berkali-kali lipat dari wanita pertama yang ia lihat. “Apakah Anda Ainul Mardhiah?” “Bukan saya ini penjaganya. Kalau Anda ingin bertemunya di sanalah singgasananya.” Lalu sahabat ini pun pergi ke singgasana tersebut dan sampailah ke suatu mahligai. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya yang sedang mengelap-ngelap perhiasan. Sahabat ini pun memberanikan diri untuk bertanya. “Apakah Anda Ainul Mardhiah?” “Bukan, saya bukan Ainul Mardhiah. Saya penjaganya di mahligai ini. Jika Anda ingin menemuinya, temuilah ia di mahligai itu.” Pemuda itu pun beranjak dan sampailah ke mahligai yang ditunjukkan. Didapatinya seorang wanita yang kecantikannya berlipat-lipat dari wanita sebelumnya dan sangat pemalu. Pemuda itu pun bertanya. “Apakah Anda Ainul Mardhiah?” “Ya, benar saya Ainul Mardhiah” Pemuda itu pun mendekat, tetapi Ainul Mardhiah menghindar dan berkata, “Anda bukan seorang yang mati syahid.” Seketika itu juga pemuda itu terbangun dari mimpinya. Dia pun menceritakan ceritanya ini kepada seorang sahabat kepercayaannya yang dimohonkan untuk merahasiakannya sampai ia mati syahid. Komando jihad pun menggelora. Sahabat ini pun dengan semangatnya berjihad untuk dapat bertemu dengan Ainul Mardhiah. Ia pun akhirnya mati syahid. Di petang hari ketika buka puasa, sahabat kepercayaan ini menceritakan mimpi sahabat yang mati syahid ini kepada Nabi. Nabi pun membenarkan mimpi sahabat muda ini dan Nabi bersabda, “Sekarang ia bahagia bersama Ainul Mardhiah”. … سُبْحَانَ اللّهُ وَاَلْحَمْدُلِلّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ. اَللّهُ اَكْبَرُ …

Si Kancil dan Buaya

Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
(SELESAI)
Di Suatu hari yang teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau panjang .. Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,, wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil , Kemana aku harus mencari makan ... sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat .. Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga .. Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1 batang pohon pun yang tumbuh hijau .. Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,, dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut dan berharap akan mendapatkan makanan . ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ... Tapi .. Tapi ?? Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di seberang sana .. Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan .. Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ... Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis kelinci itu dengan sekali caplok .. Buaya itupun berkata ,,,?? Haii kelinci sedang apa kau disini ,, Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ... Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,, aku lapar ,buaya ?? Memelas, Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,, Buaya itupun berfikir sejenak ,, Dan berkatalah sang buaya ?? aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ?? Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar ??? kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ? Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi .. Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar , jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang sekarang juga .. Kelinci itupun berfikir lagi ?? Ahaa , aku mempunyai ide ... (dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di ajukan buaya itu Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada lantang ?? Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ? Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ?? Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara berbaris ?? Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ?? Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka .. baikalh segera aku mulai ?? Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh buaya raksasa tadi ...?? Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel?? Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,, Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh harap kelinci akan menghitung dengan benar ??? Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di sertai tawanya yang mengejek .. aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun ini .. Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,, tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa Membubarkan diri masing~masing . Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ... Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,, tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,, Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga akhirnya ... Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ... Dan akhirnya kelinci itupun mati .. Catatan : ¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,, ¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di akhirnya Sumber : Deasy Rustiany Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Di Suatu hari yang teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau panjang .. Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,, wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil , Kemana aku harus mencari makan ... sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat .. Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga .. Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1 batang pohon pun yang tumbuh hijau .. Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,, dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut dan berharap akan mendapatkan makanan . ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ... Tapi .. Tapi ?? Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di seberang sana .. Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan .. Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ... Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis kelinci itu dengan sekali caplok .. Buaya itupun berkata ,,,?? Haii kelinci sedang apa kau disini ,, Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ... Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,, aku lapar ,buaya ?? Memelas, Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,, Buaya itupun berfikir sejenak ,, Dan berkatalah sang buaya ?? aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ?? Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar ??? kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ? Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi .. Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar , jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang sekarang juga .. Kelinci itupun berfikir lagi ?? Ahaa , aku mempunyai ide ... (dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di ajukan buaya itu Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada lantang ?? Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ? Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ?? Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara berbaris ?? Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ?? Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka .. baikalh segera aku mulai ?? Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh buaya raksasa tadi ...?? Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel?? Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,, Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh harap kelinci akan menghitung dengan benar ??? Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di sertai tawanya yang mengejek .. aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun ini .. Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,, tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa Membubarkan diri masing~masing . Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ... Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,, tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,, Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga akhirnya ... Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ... Dan akhirnya kelinci itupun mati .. Catatan : ¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,, ¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di akhirnya Sumber : Deasy Rustiany Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
(SELESAI)
Di Suatu hari yang teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau panjang .. Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,, wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil , Kemana aku harus mencari makan ... sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat .. Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga .. Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1 batang pohon pun yang tumbuh hijau .. Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,, dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut dan berharap akan mendapatkan makanan . ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ... Tapi .. Tapi ?? Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di seberang sana .. Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan .. Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ... Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis kelinci itu dengan sekali caplok .. Buaya itupun berkata ,,,?? Haii kelinci sedang apa kau disini ,, Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ... Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,, aku lapar ,buaya ?? Memelas, Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,, Buaya itupun berfikir sejenak ,, Dan berkatalah sang buaya ?? aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ?? Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar ??? kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ? Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi .. Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar , jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang sekarang juga .. Kelinci itupun berfikir lagi ?? Ahaa , aku mempunyai ide ... (dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di ajukan buaya itu Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada lantang ?? Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ? Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ?? Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara berbaris ?? Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ?? Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka .. baikalh segera aku mulai ?? Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh buaya raksasa tadi ...?? Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel?? Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,, Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh harap kelinci akan menghitung dengan benar ??? Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di sertai tawanya yang mengejek .. aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun ini .. Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,, tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa Membubarkan diri masing~masing . Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ... Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,, tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,, Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga akhirnya ... Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ... Dan akhirnya kelinci itupun mati .. Catatan : ¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,, ¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di akhirnya Sumber : Deasy Rustiany Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Di Suatu hari yang teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau panjang .. Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,, wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil , Kemana aku harus mencari makan ... sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat .. Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga .. Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1 batang pohon pun yang tumbuh hijau .. Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,, dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut dan berharap akan mendapatkan makanan . ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ... Tapi .. Tapi ?? Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di seberang sana .. Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan .. Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ... Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis kelinci itu dengan sekali caplok .. Buaya itupun berkata ,,,?? Haii kelinci sedang apa kau disini ,, Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ... Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,, aku lapar ,buaya ?? Memelas, Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,, Buaya itupun berfikir sejenak ,, Dan berkatalah sang buaya ?? aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ?? Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar ??? kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ? Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi .. Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar , jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang sekarang juga .. Kelinci itupun berfikir lagi ?? Ahaa , aku mempunyai ide ... (dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di ajukan buaya itu Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada lantang ?? Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ? Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ?? Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara berbaris ?? Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ?? Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka .. baikalh segera aku mulai ?? Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh buaya raksasa tadi ...?? Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel?? Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,, Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh harap kelinci akan menghitung dengan benar ??? Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di sertai tawanya yang mengejek .. aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun ini .. Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,, tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa Membubarkan diri masing~masing . Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ... Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,, tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,, Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga akhirnya ... Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ... Dan akhirnya kelinci itupun mati .. Catatan : ¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,, ¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di akhirnya Sumber : Deasy Rustiany Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin

Dompet yang hilang

“DOMPET YANG HILANG “
    {Dihari libur ada 3 orang wanita yang akan berbelanja di mall dan salah satu dari mereka ada yang kehilangan dompetnya }
 Metta: ekhh…la loe mau beli apa?
 Lala: eumpth…kalau gue sih mau beli tas dulu, soalnya gue udah bosen pake tas yang ini terus.
 Nina: elu sendiri mett lu mau beli apa…?
 Metta: kalu gue sih mau beli baju yang lagi tren sekarang.
 { setelah tiba ditoko yang dituju mereka, mereka sibuk sendiri memilih – milih barang yang cocok }
 Nina: eh, la kesini deh, ini cocok gak buat gue ?
 Lala: ya cocoklah, dimana sih ada barang yang gak cocok sama elo hahaha…
 Nina: hmmm…elu nyindir gue ya la…
 Lala: nggak koq gue gak nyindir elu malahan gue muji elu…
 Metta: udah… udah… jangan bertengkar
 Lala dan nina: siapa juga yang bertengkar
 Metta: ya elu… elu lah masa orang gila. udah ah ayo kita kekasir
 Kasir: ya mbak, semua totalnya jadi Rp 1. 500. 000.00 
 Metta : ah…kecil…
 { Ketika akan membayar dikasir, metta merasa dompetnya tidak ada didalam tasnya }
 Lala: ayo metta cepetan mau bayar, juga lama …
 Nina: kenapa mett ?
 Metta: hah … dompet gue hilang…
 Lala: jangan – jangan dicopet
  {Ada laki- laki yang mencurigakan berada dibelakang metta, tiba- tiba lari seperti orang ketakutan }
 Kasir: jangan- jangan dia copetnya mbak ...
 Nina: iya kali mett, dia copetnya…
 Metta: copet…copet…
 { Tiba- tiba datang seorang satpam }
 Satpam: maaf neng, ada yang bisa saya bantu ?
 Metta: ih, bapak gimana sih. udah jelas tadi saya teriak copet , ya jelas saya kecopetan ayo cepat kejar copetnya sampai dapat.
 {Tak lama kemudian satpam itupun menggejar pencopet itu }
 Satpam: hah beunang siah… ayo ikut mamang kesana
 Toto: ada apa ini, pak?
 Satpam: lain ada apa ada apa kamu nyopet yah…
 Toto: saya tidak mencopet pak
 Satpam: ah…jangan berbohong ka mamang mah, bisi di jurus, begini-begini juga mamang teh  lulusan cimande.
 { tiba- tiba metta memotong pembicaraan mereka }
 Metta: eh… elu yang nyopet dompet gue kan…
 Toto: nggak mbak saya tidak mencopet dompet mbak.
 Lala: kalau kamu gak nyopet, kenapa tadi kamu lari, sangat mencurigakan banget tau…
 Toto: oh, maaf mbak tadi saya kebelet pengen pipis sampai sekarang saya juga masih nahan pengen pipis mbak…
 Metta:beuh…kirain kamu yang nyopet dompet saya, kalau begitu cepat kamu pergi kewc takutnya nanti ngompol disini lagi…
{ tiba-tiba lala lenih, nina, kasir,dan satpam tertawa }
 Satpam: eh… kela-kela sebenernya neng the kecopetan atau dompet neng hilang…
 Metta: kayanya sih dompet saya hilang, pak
 Satpam: oh, iya tadi teh mamang nemu dompet di pintu depan, tapi gak tau punya siapa, nah dompetnya kaya begini neng.
 Metta: ya, bapak itu dompet saya kenapa baru ngomong sekarang
 Satpam: hampura, maaf  bin I’m sorry we neng da mamang mah gak tau kalau dompet ini teh  punya eneng…
 Metta: ya gak papah kok pak, eh pak terima kasih ya pak sudah menemukan dompet saya
 Satpam: ya sama- sama neng, ah itu mah udah kewajiban mamang sebagai satpam di mall ini..
    Dan akhirnya metta menemukan dompetnya yang telah hilang itu, dia merasa  beruntung karena dompetnya ditemukan oleh orang baik dan jujur.
    SELESAI…

     

Sabtu, 24 Januari 2015

Si Kucing Hitam Manis

Di sebuah desa terdapat beberapa kucing yang sangat manis salah satu nya kucing hitam yang bernama lili ia sangat manis sekali sebab itu ia di sebut si kucing hitam manis.ia sangat di gemari oleh warga kampung tetapi ada salah satu orang yang tidak menyukai lili ia sangat benci banget sama kucing itu ia pun menyuruh warga untuk membuang kucing hitam itu tetapi mereka yang di suruh oleh orang itu tidak ada satu pun orang yang mau membuang si kucing.Tapi setelah beberapa bulan kemudian ada satu orang yang merasa dirinya terganggu karena keadaan beberapa kucing itu.ia juga sangat membenci si kucing kucing itu.pada saat itu ternyata orang orang yang membenci kucing itu pergi membuang beberapa kucing secara diam diam tetapi mereka ketauan oleh penduduk desa.Mereka terus berusaha membuang kucing tersebut tetapi saat itu ketahuan oleh salah seorang warga.Warga itu sangat marah sama orang itu sehingga ia melakukan hal yang tidak tidak.Setelah itu ia kembali ke desanya dengan membawa kucing-kucing yang mau di buang itu.Tiba-tiba dalam perjalanan ada seseorang yang tidak dikenal.Orang itu kelihatannya orang baik tapi sifat aslinya gak tau deh gimana.
   Sifa:"Maaf anda siapa ya?"
  Wawa:"nama saya wawa,nama kamu siapa? kenapa kamu membawa kucing sebanyak itu?"
  Sifa:"Nama saya sifa,saya membawa kucing sebanyak ini karena ada orang yang coba-coba membuang      kucing ini !"
  Wawa:"Ohk,tega sekali orang itu ya.
              di dalam hatinya ia berkata:padahal orang itu adalah suruhan saya .
              disuruh untuk membuang kucing-kucing itu ke hutan ataupun ke tempat yang jauh"
 Sifa:"kenapa kamu diam aja?"
 Wawa:"engga,kok aku gak apa-apa, aku duluan ya mau pergi cari kayu dulu, by.."
 Sifa:"saya curiga sama orang itu saya ikutin ahk, sebelum dia jauh.."  
Tuh kan orang itu adalah yang menyuruh orang tadi untuk membuang si kucing-kucing yang tadi..
setelah itu saya pulang kembali ke desa dengan telah mengetahui orang yang telah membuang si kucing-kucing itu salah satunya orang yang nama nya wawa .Tapi saya tidak mau ada 1 orang pun yang tau tau tentang ini.

Rabu, 21 Januari 2015

Dua Sahabat

Di sebuah sekolah terdapat banyak siswa yang sedang belajar. Tidak terkecuali Kevin, dia merupakan seorang anak yang bersekolah di sekolah tersebut. O iya, dia itu kelas 3 SMP dan sedang fokus menghadapi ujian nasional.
Kevin merupakan anak yang pintar dan mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Tidak heran dia selalu mendapat ranking 1 di kelas. Dia juga mempunyai teman sebangku yang sangat baik namanya Udin. Udin memang tidak sepintar Kevin tetapi dia merupakan anak yang sangat bertanggung jawab dan juga merupakan anak yang paling berisik di kelas.
Tiba-tiba bel pun berbunyi itu berarti menandakan siswa-siswi di sekolah untuk pulang ke rumahnya masing-masing (bukan pulang ke kandangnya masing-masing, hehe).
Kevin dan Udin selalu pulang ke rumah bersama-sama karena rumah mereka berdekatan. Sewaktu berjalan untuk pulang, tiba-tiba saja mereka dicegat oleh seorang preman yang lumayan besar badannya. Preman itu lalu meminta uang kepada Kevin dan Udin yang sedang asyik ngobrol tentang ujian nasional. Preman itu lalu berkata “Woi mana duit lu atau gua bunuh lu (sambil menunjukkan pisau yang baru ia keluarkan)”.
“Emang siapa lu seenaknya minta duit ke kita, kalo berani jangan pake pisau, dasar banci” ujar Udin.
“Mending kita kabur daripada kita cari masalah sama orang ini” bisik Kevin kepada Udin.
Preman itu lalu memasukkan pisaunya kembali ke dalam kantong celananya dan berkata “Untuk lawan dua bocah kayak kalian cukup pake satu tangan”.
Udin langsung melempar batu yang ada di dekatnya dan ternyata batu itu tepat mengenai kepala si preman tersebut sehingga kepalanya bocor.
Preman tersebut yang sedang terluka langsung ditonjok oleh Udin sehingga preman itu pun pingsan.
“Hebat kamu din, belajar darimana cara nonjok kayak gitu”. “Nanti gua ajarin vin soalnya gua biasa latihan karate setiap minggu jadi bisa kayak gitu”.
Mereka pun pulang sambil bercerita satu sama lain. Sementara itu preman yang tadi pingsan dilihat oleh temannya. Preman itu pun mengatakan kepada temannya bahwa dia diserang oleh dua anak SMP. Lalu teman si preman itu langsung memanggil anak buahnya dan langsung menyuruh anak buahnya supaya besok untuk menangkap dua anak SMP yang telah menyerang temannya.
Keesokan harinya seperti biasa Kevin dan Udin pergi ke sekolah untuk belajar intensif menghadapi ujian nasional. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, jam pelajaran pun telah selesai. Kevin dan Udin lalu pulang bersama-sama seperti biasa. “Din kita sebaiknya jangan pulang melalui jalan yang sama, soalnya nanti preman kemarin datang lagi”.
“Ya elah vin, lu masih aja takut sama preman, kalo ada preman lagi nanti gua yang hajar”.
“Terserah apa kata kamulah din, pokoknya nanti kalo ada preman itu salah kamu”.
Mereka pun tetap melalui jalan yang sama untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tiba-tiba mereka dicegat oleh sekumpulan preman yang telah menunggu mereka.
Kevin dan Udin pun langsung kabur melarikan diri. Mereka lari sekencang-kencangnya seperti kijang yang dikejar singa.
Mereka lalu mengumpat di sebuah warung. “Tuh kan bener din kataku pasti mereka ada lagi”.
“Ya deh maaf vin, gua juga gak nyangka mereka ada lagi disitu”.
Mereka lalu menelpon polisi supaya mereka tidak diganggu lagi oleh preman-preman tersebut. Polisi pun lalu langsung menangkap preman-preman tersebut sehingga Kevin dan Udin merasa senang.
“Kalo besok-besok ada preman lagi nanti gua abisin tenang aja vin, soalnya nanti gua kalo udah besar mau jadi polisi”.
“Baguslah din kalo kamu mau jadi polisi daripada jadi preman, betul kan din?”.
“Betul vin oleh karena itu kita itu harus melindungi orang yang sedang dalam kesusahan, karena tujuan hidup itu adalah untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain”.
Cerpen Karangan: Aldo Rahmat
Blog: aldorahmat108.blogspot.com