Suatu hari Si Kancil, binatang yang
katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya
ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di
dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya
menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di
situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama
berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di
perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia
membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun.
Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara
menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat
kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya
makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang
banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul
dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini..
mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan
nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana
yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak
nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan
daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk
keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita
keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa
lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu
ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar
hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu
persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu
segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi
sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil
berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar
yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa
sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai
ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan
terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal,
ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan
kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
(SELESAI)
Di Suatu hari yang
teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau
panjang ..
Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan
karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,,
wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil ,
Kemana aku harus mencari makan ...
sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat ..
Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga ..
Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1
batang pohon pun yang tumbuh hijau ..
Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,,
dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut
dan berharap akan mendapatkan makanan .
ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun
tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ...
Tapi ..
Tapi ??
Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di
seberang sana ..
Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit
mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan ..
Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ...
Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah
buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga
di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis
kelinci itu dengan sekali caplok ..
Buaya itupun berkata ,,,??
Haii kelinci sedang apa kau disini ,,
Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ...
Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,,
aku lapar ,buaya ?? Memelas,
Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh
kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,,
Buaya itupun berfikir sejenak ,,
Dan berkatalah sang buaya ??
aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ??
Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar
???
kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ?
Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi ..
Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar ,
jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa
kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang
sekarang juga ..
Kelinci itupun berfikir lagi ??
Ahaa , aku mempunyai ide ...
(dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di
ajukan buaya itu
Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada
lantang ??
Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya
yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ?
Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ??
Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara
berbaris ??
Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ??
Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka ..
baikalh segera aku mulai ??
Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu
persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh
buaya raksasa tadi ...??
Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga
akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel??
Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,,
Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh
harap kelinci akan menghitung dengan benar ???
Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di
sertai tawanya yang mengejek ..
aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih
sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun
ini ..
Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,,
tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya
dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa
Membubarkan diri masing~masing .
Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir
panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah
di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ...
Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,,
tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,,
Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga
akhirnya ...
Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak
tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ...
Dan akhirnya kelinci itupun mati ..
Catatan :
¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,,
¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di
akhirnya
Sumber : Deasy Rustiany
Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Di Suatu hari yang
teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau
panjang ..
Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan
karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,,
wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil ,
Kemana aku harus mencari makan ...
sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat ..
Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga ..
Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1
batang pohon pun yang tumbuh hijau ..
Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,,
dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut
dan berharap akan mendapatkan makanan .
ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun
tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ...
Tapi ..
Tapi ??
Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di
seberang sana ..
Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit
mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan ..
Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ...
Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah
buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga
di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis
kelinci itu dengan sekali caplok ..
Buaya itupun berkata ,,,??
Haii kelinci sedang apa kau disini ,,
Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ...
Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,,
aku lapar ,buaya ?? Memelas,
Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh
kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,,
Buaya itupun berfikir sejenak ,,
Dan berkatalah sang buaya ??
aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ??
Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar
???
kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ?
Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi ..
Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar ,
jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa
kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang
sekarang juga ..
Kelinci itupun berfikir lagi ??
Ahaa , aku mempunyai ide ...
(dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di
ajukan buaya itu
Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada
lantang ??
Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya
yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ?
Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ??
Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara
berbaris ??
Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ??
Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka ..
baikalh segera aku mulai ??
Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu
persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh
buaya raksasa tadi ...??
Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga
akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel??
Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,,
Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh
harap kelinci akan menghitung dengan benar ???
Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di
sertai tawanya yang mengejek ..
aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih
sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun
ini ..
Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,,
tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya
dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa
Membubarkan diri masing~masing .
Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir
panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah
di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ...
Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,,
tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,,
Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga
akhirnya ...
Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak
tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ...
Dan akhirnya kelinci itupun mati ..
Catatan :
¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,,
¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di
akhirnya
Sumber : Deasy Rustiany
Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Suatu hari Si Kancil, binatang yang
katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya
ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di
dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya
menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari. Di
situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama
berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di
perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia
membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun.
Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara
menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak. Tiba-tiba dia meloncat
kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya
makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang
banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul
dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini..
mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan
nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana
yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak
nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan
daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk
keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita
keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa
lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu
ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar
hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu
persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu
segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi
sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil
berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar
yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa
sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai
ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan
terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal,
ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan
kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
(SELESAI)
Di Suatu hari yang
teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau
panjang ..
Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan
karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,,
wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil ,
Kemana aku harus mencari makan ...
sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat ..
Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga ..
Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1
batang pohon pun yang tumbuh hijau ..
Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,,
dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut
dan berharap akan mendapatkan makanan .
ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun
tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ...
Tapi ..
Tapi ??
Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di
seberang sana ..
Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit
mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan ..
Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ...
Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah
buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga
di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis
kelinci itu dengan sekali caplok ..
Buaya itupun berkata ,,,??
Haii kelinci sedang apa kau disini ,,
Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ...
Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,,
aku lapar ,buaya ?? Memelas,
Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh
kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,,
Buaya itupun berfikir sejenak ,,
Dan berkatalah sang buaya ??
aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ??
Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar
???
kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ?
Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi ..
Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar ,
jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa
kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang
sekarang juga ..
Kelinci itupun berfikir lagi ??
Ahaa , aku mempunyai ide ...
(dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di
ajukan buaya itu
Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada
lantang ??
Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya
yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ?
Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ??
Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara
berbaris ??
Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ??
Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka ..
baikalh segera aku mulai ??
Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu
persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh
buaya raksasa tadi ...??
Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga
akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel??
Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,,
Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh
harap kelinci akan menghitung dengan benar ???
Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di
sertai tawanya yang mengejek ..
aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih
sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun
ini ..
Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,,
tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya
dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa
Membubarkan diri masing~masing .
Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir
panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah
di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ...
Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,,
tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,,
Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga
akhirnya ...
Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak
tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ...
Dan akhirnya kelinci itupun mati ..
Catatan :
¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,,
¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di
akhirnya
Sumber : Deasy Rustiany
Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Di Suatu hari yang
teramat terik serasa mencekik leher , karena sedang musim kemarau
panjang ..
Hiduplah seekor kelinci , yang pada siang hari itu sedang kelaparan
karena dari pagi belum menemukan makanan walau sedikit ,,
wahh cacing di perut q sudah memanggil~manggil ,
Kemana aku harus mencari makan ...
sejauh mata memandang hanya hamparan hutan tandus yang terlihat ..
Kelinci pun lelah dan hampir kehabisan tenaga ..
Dengan sedikit tenaganya , kelinci itupun menyusuri hutan yang tak ada 1
batang pohon pun yang tumbuh hijau ..
Dari kejauhan si kelinci pun melihat seperti ada rerimbunan nan hijau ,,
dengan semangat kelinci itupun mencoba mendekati rerimbunan tersebut
dan berharap akan mendapatkan makanan .
ternyata benar , ada kebun wortel terhampar luas ,membuat kelinci itupun
tak sabar lagi ingin memakan wortel~wortel itu sampai kenyang ...
Tapi ..
Tapi ??
Kelinci itupun mengernyitkan dahinya ? Bagaimana aku bisa sampai di
seberang sana ..
Sedang di depan ku ada rawa yang terhampar luas , walau sudah sedikit
mengering ,namun tak mungkin untuk menyeberang tanpa bantuan ..
Kelinci itupun berfikir dengan semampunya ...
Tiba'' dari dasar rawa tak jauh dari kelinci itu berdiri ,muncullah
buaya raksasa dengan tubuhnya yang mengerikan dengan mulut yang menganga
di hiasi taring~taring giginya yang tajam seakan ingin melahap habis
kelinci itu dengan sekali caplok ..
Buaya itupun berkata ,,,??
Haii kelinci sedang apa kau disini ,,
Pulanglah ,tak ada gunanya kau disini ,tak ada yang bisa kau makan ...
Tidak ,kelinci itupun tak kehabisan akal ,,
aku lapar ,buaya ?? Memelas,
Bantulah aku ,, aku ingin menyeberang ke seberang sana , aku sungguh
kelaparan , seharian ini aku belum makan ,,,
Buaya itupun berfikir sejenak ,,
Dan berkatalah sang buaya ??
aku ada pertanyaan yang harus kau jawab dengan benar ??
Apa itu , jawab kelinci dengan wajah sedikit bingung dan menahan lapar
???
kau tau kalau rawa ku ini banyak buayanya ?
Ia ,lalu ,,?? ucap kelinci lagi ..
Kau harus bisa menghitung berapa banyak buaya di rawa ini dengan benar ,
jika salah kau akan ku makan bersama teman~teman ku . Bagaimana , apa
kau bisa menjawab pertanyaan q ,, jika kau ragu ,kau boleh pulang
sekarang juga ..
Kelinci itupun berfikir lagi ??
Ahaa , aku mempunyai ide ...
(dengan ide liciknya) kelinci itupun menyetujui pertanyaan yang di
ajukan buaya itu
Baiklah buaya aku setuju dengan tantangan mu di ucapkan dengan nada
lantang ??
Tapi ,bolehkah aku meminta 1 permintaan ,aku ingin semua buaya~buaya
yang ada di rawa ini berbaris sejajar ..agar aku mudah menghitungnya ?
Baiklah , ucap sang buaya dengan suaranya yang mengerikan ??
Maka di kumpulkanlah semua buaya~buaya yang ada di rawa tersebut secara
berbaris ??
Apa sudah terkumpul semua , ucap kelinci kepada sang buaya ??
Sudah , mulailah menghitung , jika salah maka kau yang akan celaka ..
baikalh segera aku mulai ??
Maka mulailah si kelinci meloncati buaya ~ buaya yang berbaris satu
persatu ,, satu ,dua ,tiga dan seterusnya dengan di perhatikan oleh
buaya raksasa tadi ...??
Hitungan si kelincipun berhenti pada hitungan yang keseratus hingga
akhirnya kelinci itupun meloncat ke darat tepat di kebun petani wortel??
Buaya yang memperhatikan tingkah kelinci dari tadi pun bertanya ,,
Haiii kelinci ada berapa seluruh buaya yang ada ada disini , ? Penuh
harap kelinci akan menghitung dengan benar ???
Dasar buaya bodoh ,, aku hanya mengelabui kalian , ucap kelinci itu di
sertai tawanya yang mengejek ..
aku tak tau berapa jumlah buaya yang ada di rawa itu ,, terimakasih
sudah mau meminjamkan punggungnya untuk ku menyeberang sampai di kebun
ini ..
Buaya yang mendengar kata~kata kelinci itupun marah , namun apa daya ,,
tak mungkin buaya~buaya itu mengejar kelinci licik itu ...akhirnya
dengan pasrah buaya~buaya itupun kembali kerawa
Membubarkan diri masing~masing .
Dan si Kelinci licik itupun memakan wortel~wortel yang sudah hampir
panen tersebut dengan lahapnya tanpa memikirkan buaya~buaya yang telah
di tipunya dan nasib pak tani yang menghidupi keluarganya ...
Karena kekenyangan ,kelinci itupun bersandar di balik ranting tua ,,
tak terasa sudah sore ,, ketika kelinci itu ingin berdiri ,,
Mengapa kepala ku tiba~tiba pusing begini ,, ada apa ini ?? Hingga
akhirnya ...
Ternyata ladang wortel tersebut baru saja di semprot pertisida oleh pak
tani .. Dan kelinci itupun ternyata keracunan obat hama pak tani ...
Dan akhirnya kelinci itupun mati ..
Catatan :
¤ kelicikan tidak akan membuahkan hasil yang baik ,,,
¤ carilah makanan yang halal yang dapat menghasilkan keberkahan di
akhirnya
Sumber : Deasy Rustiany
Dongeng Lainnya Liat Dibawah ne ya ...
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar